6 Tips Psikologi Marketing untuk Penjualan lebih Mudah

Mei 8, 2021

Home E Digital Marketing E 6 Tips Psikologi Marketing untuk Penjualan lebih Mudah
6 Tips Psikologi Marketing untuk Penjualan Lebih Mudah

Psikologi Marketing untuk PenjualanPsikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan seseorang yang bisa diatasi secara perlahan maupun secara langsung. Maksudnya, para psikolog dapat membantu seseorang dalam menangani kestabilan emosi orang tersebut, begitupun juga yang terjadi di dalam penjualan sebuah produk atau yang dikenal dengan istilah psikologi marketing.

6 Tips Psikologi Marketing untuk Penjualan Lebih Mudah

Sumber: Unsplash.com

Marketing secara umum berarti seseorang yang hanya menjelaskan terlebih dahulu mengenai produk yang ditawarkan kepada calon konsumen. Calon konsumen nantinya akan diberikan kesempatan untuk mencoba secara cuma-cuma dengan produk yang ditawarkan. Setelahnya, marketer memberikan penawaran harga dari produk tersebut.

Sehingga psikologi marketing merupakan ilmu yang memberikan pendekatan tentang motif-motif yang dapat mempengaruhi psikis (emosi dan perasaan) seseorang terhadap suatu produk yang ditawarkan oleh marketer.

Dalam memasarkan suatu produk juga perlu berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk melakukan pemasaran tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, ada beberapa  hal yang Anda perlukan sebelum melakukan pemasaran produk seperti psikologi marketing. Simak beberapa hal mengenai psikologi marketing untuk penjualan di bawah ini.

Psikologi Marketing untuk Penjualan

1. Bantu Calon Konsumen

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dalam psikologi marketing adalah membantu calon konsumen Anda. Tujuannya adalah agar konsumen Anda dapat terhindar dari soal uji coba yang biasanya ditawarkan oleh para penjual. Uji coba yang dimaksud seperti, “Daftarkan diri Anda untuk uji coba gratis selama 30 hari”.

Anda dapat mengganti kata-kata tersebut dengan kalimat yang lebih lembut seperti “Produk kami tidak memberikan pembayaran untuk bulan pertama”.

2. Berikan Hierarki Label pada Konsumen

Buatlah agar konsumen Anda merasa menjadi konsumen yang istimewa. Ini dapat membuat Anda mempunyai peluang untuk membuat konsumen Anda menjadi duta produk Anda tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih. Hal ini juga metode yang bagus jika mengingat banyaknya konsumen baru yang sangat berkualitas datang karena rekomendasi dari mulut ke mulut.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan hierarki label bagi konsumen Anda:

  1. Menambahkan label di dalam akun/produk yang memberi konumen tingkat status yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lainnya
  2. Mengirimkan sesuatu yang dapat konsumen Anda pakai/gunakan seperti (ebook, merchandise, dan lain-lain yang bersifat ekslusif)
  3. Berikan penanda yang kepada konsumen Anda untuk meraih status tertentu

3. Pahami Jenis-Jenis Pembeli

Para pakar neuroeconomic telah membagi tipe pembeli ke dalam beberapa jenis yaitu: Tightwads, Spendthrifts, dan Average spenders. Anda harus mengenali dan memahami ketiga jenis pembeli tersebut dan pelajari trik pemasaran bagi masing-masing kategori pembeli.

1. Tightwards adalah jenis pembeli yang lebih memilih untuk menghemat uang mereka daripada membelanjakannya secara masif. Jenis pembeli seperti ini akan menahan pengeluaran uang mereka selama yang mereka bisa, dengan alasan seperti menyimpan uang mereka untuk membeli barang-barang langka. Atau mereka juga bisa menunggu harga dari produk yang diincar setelah hype produk mereda.

Cara menjual ke pembeli jenis ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, jika penawaran harga yang Anda berikan tidak sesuai dengan anggaran yang mereka punya, mereka mungkin tidak akan pernah lagi melirik penawaran yang Anda berikan. Anda dapat juga memancing mereka dengan kata-kata, “Simpan lebih banyak di masa depan Anda dengan berinvestasi di sini, sekarang juga!”

2. Spendthrifts adalah jenis pembeli yang tidak pernah merasa menyesal akan sesuatu yang dialami oleh kebanyakan pembeli setelah membeli sesuatu. Jenis pembeli ini akan berbelanja lebih banyak dan sedikit sekali menghemat dibandingkan dengan kebanyakan orang.

Cara menjual ke pembeli jenis ini sangat mudah karena mereka biasanya tidak perlu tahu banyak diyakinkan oleh Anda untuk melakukan pembelian.  Anda dapat menggunakan iklan yang bersifat emosional seperti video yang mencakup banyak gambar.

3. Average Spenders adalah jenis pembeli yang berada ditengah-tengah kedua jenis pembeli sebelumnya. Kebanyakan jenis pembeli ini membeli barang yang mereka dapat jadikan sebagai investasi yang baik, di sisi lain tidak menjadi resiko bagi keuangan mereka. Jenis pembeli ini masih suka untuk berbelanja akan tetapi mereka melakukannya dengan alasan yang rasional dan sambil tetap menghemat uang mereka.

Cara menjual ke pembeli jenis ini adalah dengan menyertakan garansi uang kembali atau pengiriman gratis untuk mengurangi rasa takut mereka terhadap penyesalan pembeli yang mungkin akan mereka alami nantinya.

4. Bangun Urgensi

Dalam sebuah studi uji yang dilakukan oleh Howard Leventhal, dia menyimpulkan bahwa kebanyakan orang cenderung memblokir informasi penting jika mereka tidak menerima informasi lanjutan yang berisikan petunjuk khusus mengenai bagaimana cara dalam menghadapinya/menggunakannya secara optimal.

Misalnya, Anda memiliki bisnis platform online, maka Anda perlu untuk menekankan fitur-fitur yang unik dari produk Anda dan bagaimana produk tersebut dapat menyelamatkan konsumen dari profit-loss seandainya konsumen Anda tidak menggunakannya.

Intinya jangan Anda membangun urgensi hanya dengan kata-kata klise saja, akan tetapi cobalah lebih unik dan spesifik agar membuatnya lebih outstanding.

5. Lakukan Penawaran dengan Teknik “Devil’s Advocate”

Berdasarkan hasil penelitian, konsumen akan lebih cenderung membeli ketika mereka mempunyai asumsi yang dipertanyakan oleh perusahaan Anda.

Maksudnya ialah, Anda perlu mengatasi kekhawatiran dari calon pelanggan saat melaksanakan sales dengan tidak berpedoman pada setumpuk teori/penelitian yang membuat bosan.

Lalu bagaimana caranya? Anda dapat coba dengan memberikan studi kasus yang paling aktual dan relevan. Hal ini akan lebih menarik dan lebih berpotensi meningkatkan konversi.

6. Perlihatkan Perusahaan Anda “Stand for Something”

Ketika Anda berdiri untuk sesuatu seperti, amal bagi penderita penyakit hiv atau masyarakat yang butuh akan air bersih, maka pasar akan lebih berpotensi menjadi pelanggan Anda.

Hasil survey yang dilakukan oleh Unbounce menunjukkan bahwa 64% orang menyatakan bahwa keputusan pembelian mereka lebih didasari oleh faktor psikologi yang satu ini. Cara ini lebih efektif dalam meningkatkan tingkat konversi Anda.

6. Berikan Kejutan kepada Pelanggan Anda

Berikan pelanggan Anda sebuah kejutan dengan hal yang tidak terduga. Dengan begitu, Anda dapat membangun loyalitas pelanggan Anda terhadap brand Anda secara lebih baik.

Selain itu, kejutan yang Anda berikan memungkinkan Anda mendapat lebih banyak ucapan terima kasih dalam bentuk testimoni yang dapat menjadi tanda pencapaian Anda secara organik.

Orang-orang yang memiliki potensi untuk menjadi pelanggan Anda akan melihat hal tersebut dan menjadi pertimbangan bagi mereka untuk membeli produk Anda karena mereka lebih percaya dengan ulasan yang berasal dari pembeli.

Kesimpulan

Janganlah pernah Anda menganggap remeh strategi sekecil apa pun yang terlintas di dalam benak Anda. Karena bisa jadi strategi tersebutlah yang dapat membuka jalan bagi Anda untuk memperoleh kesuksesan dalam berbisnis. Psikologi marketing adalah salah satu hal yang wajib untuk Anda pahami dalam melakukan penjualan produk Anda. Melalui psikologi marketing, Anda dapat mengerti karakteristik pasar yang menjadi tujuan atau target Anda. –Media Halal Muslim

 

[wpb_link_pages]

Baca juga . . .

Chat Sekarang
1
Konsultasi Gratis
Ingin meningkatkan Penjualan Anda Secara Online?